Kamis, 31 Maret 2011

Laporan Ilmiah

Setelah melakukan percobaan yang diawali dengan metode ilmiah, hasil percobaan tersebut kemudian disusun dalam bentuk laporan ilmiah. Laporan ilmiah berisi penjelasan dalam bentuk uraian dan tulisan. Uraian yang disampaikan harus jelas dan sistematis, sesuai dengan urutannya. Susunan laporan hasil percobaan terdiri dari perumusan masalah dan hipotesis, tujuan, metode, hasil, pembahasan, serta kesimpulan.

PERUMUSAN MASALAH DAN HIPOTESIS
Percobaan dimulai dengan pertanyaan, setelah itu disusun suatu hipotesis. Misalnya timbul pertanyaan mengapa tanaman A tumbuh lebih baik di tempat terbuka daripada tempat yang ternaungi. Hipotesisnya adalah cahaya matahari mempengaruhi kecepatan pertumbuhan tanaman A.

TUJUAN
Untuk mengetahui tujuan suatu percobaan, dapat dibuat jawaban atas pertanyaan berikut. Mengapa percobaan tersebut perlu dilakukan? Apa masalah yang akan dijawab? Hipotesis apa yang akan diuji? Misalnya, untuk mengetahui mengapa tanaman A lebih baik tumbuh di tempat terbuka dibandingkan di tempat yang ternaungi maka tujuan percobaannya adalah untuk mempengaruhi pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman A.

METODE
Metode merupakan pemaparan mengenai hal-hal yang akan kita kerjakan beserta cara mengerjakannya. Selain itu, pada metode juga dituliskan jenis makhluk hidup yang akan diteliti, peralatan dan zat kimia yang digunakan, serta kontrol yang digunakan dalam percobaan. Misalnya untuk mengukur intensitas cahaya tempat tanaman A hidup, dijelaskan cara pengukuran intensitas cahaya dengan menggunakan fluksmeter. Contoh lain, untuk mengukur pertumbuhan tumbuhan A berdasarkan penambahan tinggi dan diameter batang, dijelaskan cara pengukuran yang tepat dengan menggunakan penggaris atau meteran.

HASIL
Hasil suatu percobaan adalah hal-hal yang ditemukan dan terjadi dalam percobaan. Pada saat diteliti, dapat diukur atau dibaca suatu data sehingga mendapatkan hasil dari percobaan tersebut. Misalnya, hasil pengukuran tinggi tanaman A di tempat yang intensitas cahayanya kurang dibandingkan dengan kontrol. Selain itu, dapat diamati ciri-ciri utama pada daun, batang, dan akar, seperti warna daun hijau atau kuning, keadaan daun menggulung atau tidak, serta keadaan batang dan akar tumbuh dengan baik atau tidak. Semua data hasil pengukuran dan pengamatan harus dicatat dengan baik.
Data yang telah diperoleh perlu disajikan secara ringkas dan sistematis. Penyajian data secara ringkas dan sistematis akan memudahkan orang lain memahami hasil percobaan. Untuk memili penyajian data yang tepat perlu diketahui dahulu jenis datanya. Jika datanya berupa 'data kualitatif', penyajiannya dapat berupa skema aau uraian data pengamatan secara rinci. Contoh data kualitatiif adalah data ciri suatu organisme, misalnya morfologi (bentuk, ukuran, dan warna) tanaman kuping gajah dan data proses perkembangan organisme, misalnya data perkembangan tahap demi tahap metamorfosis kupu-kupu. Jika datanya berupa 'data kuantitatif' yaitu berupa angka, penyajiannya dalam bentuk tabel, diagram, atau grafik.

PEMBAHASAN
Hasil percobaan harus dibahas dengan teliti dan memperlihatkan apakah hasil tersebut menjawab hipotesis awal atau tidak. Untuk membahas hasil pengamatan, dapat dicari informasi yang relevan dari buku-buku atau artikel ilmiah. Informasi dari buku dan artikel ilmiah merupakan bahan pendukung dan pembanding hasil penelitian. Artikel ilmiah merupakan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Salah satu bentuk publikasi yang mengandung artikel ilmiah adalah jurnal. Artikel ilmiah pada umumnya terdiri atas pendahuluan, isi, dan kesimpulan (penutup).

KESIMPULAN
'Kesimpulan' merupakan intisari dari hasil percobaan dan pembahasan. Kesimpulan yang dibuat harus menjawab pertanyaan awal yang diajukan sebelum percobaan dilakukan. Hasil percobaan dapat mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang sudah dibuat.

Rabu, 30 Maret 2011

Metode Ilmiah

Para ilmuwan melakukan kerja ilmiah degnan menggunakan suatu cara yang disebut metode ilmiah. 'Metode ilmiah' merupakan cara atau tahapan tertentu yang harus dikerjakan oleh seorang ilmuwan dalam melakukan suatu penelitian. Metode ilmiah terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut.

MENEMUKAN MASALAH
Percobaan dimulai dengan suatu pertanyaaan, setelah itu mencoba untuk menjawab pertanyaan terbebut dengan melakukan percobaan. Misalnya, kita melihat tanaman A lebih baik pertumbuhannya di tempat terbuka dibandingkan di tempat yang ternaungi. Dari perbedaan tersebut timbul pertanyaan, mengapa tanaman tersebut tumbuh lebih baik di tempat terbuka?

MENGAJUKAN HIPOTESIS
masalah yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan mendorong munculnya dugaan jawaban. Dugaan ini merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau disebut juga hipotesis. 'Hipotesis' merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah.
Hipotesis perlu dirumuskan untuk suatu masalah yang jawabannya harus diselidiki dengan melakukan eksperimen/percobaan. Hipotesis didasari pada pengetahuan dan hasil penelitian terdahulu. Pengetahuan dan hasil penelitian terdahulu dapat diperoleh dari buku, artikel majalah atau koran, internet, dan keterangan orang lain. Misalnya, hipotesis tanaman A dapat tumbuh lebih baik di tempat terbuka daripada di tempat yang ternaungi adalah cahaya matahari mempengaruhi kecepatan pertumbuhan tanaman A.

MELAKUKAN PERCOBAAN
Untuk menguji kebenaran hipotesis, harus dilakukan percobaan. Sebelum melakukan percobaan, harus dilakukan perencanaan percobaan yang meliputi penentuan alat dan bahan, serta penentuan variabel.

MENENTUKAN ALAT DAN BAHAN
Sebelum melakukan percobaan, harus ditentukan alat dan bahan yang akan digunakan. Selain itu, juga harus diketahui keterbatasan sumber, misalnya keterbatasan alat, bahan, dan biaya yang tersedia dalam percobaan.
Keterbatasan alat, bahan, dan biaya untuk percobaan akan mempengaruhi percobaan yang akan dilakukan. Sebagai contoh, jika ingin mengetahui apakah suhu lingkungan mempengaruhi pertumbuhan tanaman maka harus ada termometer untuk mengukur suhu lingkungan. Jika peralatan tersebut tidak tersedia, suhu lingkungan tidak dapat diukur dan pengaruh suhu lingkungan terhadap pertumbuhan tanaman juga tidak dapat diketahui.

MENENTUKAN VARIABEL
Setelah mengetahui alat, bahan, dan biaya yang tersedia, tahap berikutnya adalah mementukan varabel. 'Variabel' adalah ciri objek yang nilainya beragam. Contohnya pertumbuhan tanaman adalah variabel yang ada nilainya, misalnya dalam bentuk tinggi batang beragam.
Ada 2 jenis variabel yang harus ditentukan dalam melakukan percobaan, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. 'Variabel bebas' (independent variable) merupakan faktor yang diubah, sedangkan 'variabel terikat' (dependent variable) adalah faktor yang berubah tergantung perubahan variabel bebas.
Pada percobaan biologi, biasanya terdapat 2 kelompok perlakuan, yaitu kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok 'kontrol' (kelompok yang tidak diberi perlakuan). Kelompok perlakuan diberi satu atau lebih variabel yang disesuaikan dengan tujuan percobaan serta tersedianya alat, bahan, dan biaya.
Sebagai contoh, dilakukan suatu percobaan dengan judul "Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman". Dalam percobaan ini, pada kelompok perlakuan harus digunakan beberapa variasi intensitas cahaya. Pada kelompok kontrol, intensitas cahaya tidak diubah (tempat terbuka). Dalam hal ini, cahaya merupakan variabel bebas dan pertumbuhan tanaman sebagai variabel terikat. Sebaliknya, pada variabel yang tidak diteliti seperti penyiraman dan suhu, baik kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol diberi perlakuan yang sama.
Setelah menentukan alat, bahan, dan variabel, percobaan dapat mulai dilakukan sebagai contoh, percobaan, "2 Pengaruh Internsitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan" dilakukan dengan meletakkan tanaman A ditempat dengan intensitas cahaya yang baervariasi. Jika tanaman A tidak tumbuh dengan baik di tempat intensitas cahaya yang rendah, dapat disimpulkan bahwa cahaya diperlukan untuk pertumbuhan tanaman A. Selain itu, kita harus tetap mengerjakan percobaan lain sebagai pembanding. Percobaan pembanding ini diberi perlakuan berbeda dengan perlakuan sebelumnya. Percobaan pembanding ini dilakukan dengan meletakkan tanaman di tempat dengan intensitas cahaya yang tidak berubah. Tanaman yang diletakan di tempat tersebut berfungsi sebagai starndar atau disebut kontrol.
Dalam melaksanakan percobaan setiap tanaman tersebut harus diberi perlakuan yang sama seperti jenis tanaman, tanah yang digunakan, dan ukuran pot, kecuali faktor yang akan diselidiki, yaitu cahaya yang diterima tanaman.

MENARIK KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan dapat ditarik kesimpulan.
Kesimpulan berisi hasil percobaan yang dilakukan.
Kesimpulan ini dapat mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang dibuat

Manfaat Biologi

Seiring kemajuan teknologi, biologi memberi manfaat atau sumbangan terhadap kemajuan teknologi. Biologi bermanfaat dalam bidang pertanian, peternakan, kedokteran, dan industri.

MANFAAT BIOLOGI DALAM BIDANG PERTANIAN
Jumlah penduduk pemakin meningkat. Tentu hal ini harus disertai dengan peningkatan produksi pangan. Biologi telah memberikan sumbangan terhadap usaha peningkatan produksi pangan. Beberapa contoh pemanfaatan biologi dalam bidan pertanian adalah sebagai berikut.
1. Para petani dahulu hanya menanam tanaman pertanian secara tradisional. Dengan kemajuan biologi dan teknologi, para petani sekarang telah mampu meningkatkan produksi pertanian, misalnya dengan bibit unggul dan dengan pola pemupukan yang sesuai dengan jenis tanaman.
2. Melalui perkembangan bioteknologi dan biologi molekuler, telah berhasil ditemukan rekayasa genetika untuk tanaman. Pengaplikasian yang sudah berhasil dilakukan adalah terciptanya tanaman budidaya yang mampu menghasilkan insektisida sendiri, sehingga tanaman tersebut tidak perlu disemprot insektisida. Contoh jenis tanaman pangan yang telah berhasil direkayasa dengan tujuan tersebut adalah tanaman buah apel, pir, kol/kubis, brokoli, dan kentang.
3. Dengan teknik kultur jaringan, tanaman dapat dibudidayakan dalam waktu yang singkat dan jumlah yang banyak. Adapun contoh-contoh tanaman budidaya yang sudah berhasil diperbanyak dengan teknik kultur jaringan antara lain kelapa sawit, anggrek, pisang, dan wortel.
4. Dengan berbekal genetika telah berhasil diciptakan buah-buahan tanpa biji. Misalnya, semangka, pepaya, jeruk, dan anggur tanpa biji.

MANFAAT BIOLOGI DALAM BIDANG PETERNAKAN
Dalam bidang peternakan pun biologi berperan penting terhadap peningkatan produksi hewan-hewan ternak. Berikut beberapa contoh pemanfaatan biologi dalam bidang peternakan.
1. Dengan kemajuan anatomi hewan, fisiologi hewan, genetika, dan embriologi hewan telah berhasil ditemukan inseminasi buatan (kawin suntik). Teknik ini bertujuan untuk memperoleh hewan ternak dengan kualitas yang diinginkan serta produksi yang meningkat.
2. Selain teknik inseminasi, dewasa ini telah dikembangkan juga teknik 'fertilisasi in fitro'. Pada teknik ini, embrio dapat dihasilkan di luar uterus (kandungan) induk betina dalam jumlah tertentu. Sebelum embrio bibit unggul diimplantasikan (ditanam dalam uterus induk betina), embrio dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu pada nitrogen cair bersuhu 196 derajat celcius. Embrio dari jenis unggul ini kemudian dapat diimplantasikan ke induk sapi betina yang tidak unggul dari spesies yang sama. Dengan demikian akan cepat diperoleh banyak sapi unggul.

MANFAAT BIOLOGI DALAM BIDANG KEDOKTERAN
Biologi memberikan manfaat yang besar terhadap kemajuan ilmu kedokteran, terutama penanganan masalah penyakit. Berikut beberapa contoh manfaat biologi dalam bidang kedokteran.
1. Tranplantasi (pencangkokan) organ telah memberikan pemecahan masalah terhadap orang yang mengalami kerusakan organ tubuhnya.
2. Virologi telah memberikan sumbangannya pada dunia kedokteran, dengan mendasari pengetahuan dalam usaha menciptakan vaksin-vaksin.
3. Teknik bayi tabung telah memberikan pemecahan masalah bagi pasangan suami istri yang tidak memiliki anak.
4. Mikrobiologi kedokteran telah berhasil mengidentifikasi beberapa jenis bakteri penyebab penyakit pada manusia. Dengan demikian, antibiotik untuk bakteri tersebut dapat dibuat.

MANFAAT BIOLOGI DALAM BIDANG INDUSTRI
Dengan berkembangnya mikrobiologi, telah berhasil ditemukan beberapa mikroorganisme yang bermanfaat. Berikut beberapa contoh perkembangan dalam bidang industri yang berhubungan dengan biologi.
1. Pemanfaatan beberapa jenis mikroorganisme dalam industri makanan, misalnya industri pembuatan 'nata de coco', yogurt, kecap, tempe, keju, atau minuman dan makanan fermentasi lainnya.
2. Pemanfaatan beberapa jenis mikroorganisme dalam industri obat-obatan, misalnya industri pembuatan antibiotik tertentu.