Para ilmuwan melakukan kerja ilmiah degnan menggunakan suatu cara yang disebut metode ilmiah. 'Metode ilmiah' merupakan cara atau tahapan tertentu yang harus dikerjakan oleh seorang ilmuwan dalam melakukan suatu penelitian. Metode ilmiah terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut.
MENEMUKAN MASALAH
Percobaan dimulai dengan suatu pertanyaaan, setelah itu mencoba untuk menjawab pertanyaan terbebut dengan melakukan percobaan. Misalnya, kita melihat tanaman A lebih baik pertumbuhannya di tempat terbuka dibandingkan di tempat yang ternaungi. Dari perbedaan tersebut timbul pertanyaan, mengapa tanaman tersebut tumbuh lebih baik di tempat terbuka?
MENGAJUKAN HIPOTESIS
masalah yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan mendorong munculnya dugaan jawaban. Dugaan ini merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau disebut juga hipotesis. 'Hipotesis' merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah.
Hipotesis perlu dirumuskan untuk suatu masalah yang jawabannya harus diselidiki dengan melakukan eksperimen/percobaan. Hipotesis didasari pada pengetahuan dan hasil penelitian terdahulu. Pengetahuan dan hasil penelitian terdahulu dapat diperoleh dari buku, artikel majalah atau koran, internet, dan keterangan orang lain. Misalnya, hipotesis tanaman A dapat tumbuh lebih baik di tempat terbuka daripada di tempat yang ternaungi adalah cahaya matahari mempengaruhi kecepatan pertumbuhan tanaman A.
MELAKUKAN PERCOBAAN
Untuk menguji kebenaran hipotesis, harus dilakukan percobaan. Sebelum melakukan percobaan, harus dilakukan perencanaan percobaan yang meliputi penentuan alat dan bahan, serta penentuan variabel.
MENENTUKAN ALAT DAN BAHAN
Sebelum melakukan percobaan, harus ditentukan alat dan bahan yang akan digunakan. Selain itu, juga harus diketahui keterbatasan sumber, misalnya keterbatasan alat, bahan, dan biaya yang tersedia dalam percobaan.
Keterbatasan alat, bahan, dan biaya untuk percobaan akan mempengaruhi percobaan yang akan dilakukan. Sebagai contoh, jika ingin mengetahui apakah suhu lingkungan mempengaruhi pertumbuhan tanaman maka harus ada termometer untuk mengukur suhu lingkungan. Jika peralatan tersebut tidak tersedia, suhu lingkungan tidak dapat diukur dan pengaruh suhu lingkungan terhadap pertumbuhan tanaman juga tidak dapat diketahui.
MENENTUKAN VARIABEL
Setelah mengetahui alat, bahan, dan biaya yang tersedia, tahap berikutnya adalah mementukan varabel. 'Variabel' adalah ciri objek yang nilainya beragam. Contohnya pertumbuhan tanaman adalah variabel yang ada nilainya, misalnya dalam bentuk tinggi batang beragam.
Ada 2 jenis variabel yang harus ditentukan dalam melakukan percobaan, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. 'Variabel bebas' (independent variable) merupakan faktor yang diubah, sedangkan 'variabel terikat' (dependent variable) adalah faktor yang berubah tergantung perubahan variabel bebas.
Pada percobaan biologi, biasanya terdapat 2 kelompok perlakuan, yaitu kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok 'kontrol' (kelompok yang tidak diberi perlakuan). Kelompok perlakuan diberi satu atau lebih variabel yang disesuaikan dengan tujuan percobaan serta tersedianya alat, bahan, dan biaya.
Sebagai contoh, dilakukan suatu percobaan dengan judul "Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman". Dalam percobaan ini, pada kelompok perlakuan harus digunakan beberapa variasi intensitas cahaya. Pada kelompok kontrol, intensitas cahaya tidak diubah (tempat terbuka). Dalam hal ini, cahaya merupakan variabel bebas dan pertumbuhan tanaman sebagai variabel terikat. Sebaliknya, pada variabel yang tidak diteliti seperti penyiraman dan suhu, baik kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol diberi perlakuan yang sama.
Setelah menentukan alat, bahan, dan variabel, percobaan dapat mulai dilakukan sebagai contoh, percobaan, "2 Pengaruh Internsitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan" dilakukan dengan meletakkan tanaman A ditempat dengan intensitas cahaya yang baervariasi. Jika tanaman A tidak tumbuh dengan baik di tempat intensitas cahaya yang rendah, dapat disimpulkan bahwa cahaya diperlukan untuk pertumbuhan tanaman A. Selain itu, kita harus tetap mengerjakan percobaan lain sebagai pembanding. Percobaan pembanding ini diberi perlakuan berbeda dengan perlakuan sebelumnya. Percobaan pembanding ini dilakukan dengan meletakkan tanaman di tempat dengan intensitas cahaya yang tidak berubah. Tanaman yang diletakan di tempat tersebut berfungsi sebagai starndar atau disebut kontrol.
Dalam melaksanakan percobaan setiap tanaman tersebut harus diberi perlakuan yang sama seperti jenis tanaman, tanah yang digunakan, dan ukuran pot, kecuali faktor yang akan diselidiki, yaitu cahaya yang diterima tanaman.
MENARIK KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan dapat ditarik kesimpulan.
Kesimpulan berisi hasil percobaan yang dilakukan.
Kesimpulan ini dapat mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang dibuat
Rabu, 30 Maret 2011
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar